"Orang berilmu dan beradab tidak akan diam dikampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan.
Berlelah lelah lah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan.
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang.
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa.
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran.
Jika matahari orbitnya tidak bergerak dan terus diam. Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang.
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika dalam hutan."
kata.kata mutiara inilah yg selalu ku baca.
Sebagai pengingat.
Sebagai cambuk.
Sebagai acuan.
Agar aku dapat bertahan menjalani hidup disini.
Jauh dari orang tua, kerabat dan sahabat.
Jauh dari kemewahan, kesombongan dan kemeriahan.
Ini semua kujalani untuk menuntut ilmu.
Untuk mendapat gelar itu.
Untuk bahagia dan kebanggaan keluargaku.
Tapi setelah beberapa tahun ku menjalani.
Aku menemukan kebahagian tesendiri dari kesusahan ini.
Memiliki keluarga baru. Kerabat baru dan segala pengalaman baru.
Walaupun kini logat bahasaku tidak seperti lemah lembut lagi seperti seorang gadis melayu.
Tapi aku bahagia dan sangat menikmati tinggal dan hidup disini.
^^)
Selasa, 13 April 2010
Minggu, 11 April 2010
Tangis ibuku.
Beberapa hari yg lalu.
Dikala senja telah tenggelam berganti malam.
Terjadi percakapan jarak jauh antara aku dan ibu.
Seperti biasanya, kami selalu membicarakan semua hal yg kami alami seharian itu.
Tapi entah mengapa, ibu tiba2 menanyakan perihal hubunganku dengannya. Aku terkejut. Aku terdiam. Aku hanya bisa menjawab dgn kebisuan.
Ibu mulai menangis. Bertanya apa yg sebenarnya terjadi.
Aku pun mulai menceritakan semuanya pada ibu. Apa yg sebenarnya terjadi antara aku dan dia. Bagaimana perlakuannya padaku dibelakang ibuku. Dia yg selalu aku bangga2kan didepan ibu dan seluruh keluargaku. Dia yg kuyakinkan pada ibu sebagai cinta terakhir. Dia yg sudah mengetahui tentang aku dan keluargaku. Dia yg jg sudah mengenalkanku pada ibu dan keluarganya. Dia yg sudah rela2 datang menempuh jarak bermil.mil untuk datang menemuiku. Dia yg sudah memenuhi semua pinta dan keinginanku. Dia yg sudah memberikan janji.janji manis padaku. Dia yg sudah memberikan angin2 surga dikehidupanku. Kini telah MENINGGALKAN aku.
Baru aku tau. Ternyata selama ini aku hanya dijadikan TAMENG baginya didepan ibunya agar ia bisa senantiasa berhubungan kembali dgn masa lalunya.
Ya.. Masa lalu..
Itulah penyebabnya.
Masa lalu ku.
Dan masa lalunya.
Mungkin inilah akibat dari keegoisan orang tua yg terlalu banyak menuntut ingin yg terbaik untuk anaknya.
Tapi dalam perkara ini. Aku lah yg menjadi korbannya. Korban keegoisan dan pengkhianatan.
Tapi sudahlah. Biarkanlah rasa sakit ini tetap kusimpan. Biar menjadi sebuah kenangan dari berjuta.juta kenangan yg suatu hari dapat kuceritakan pada anak cucuku agar dapat diambil pelajaran dari pengalaman.
Aku masih bercerita sambil berlinang.
Ibu setia mendengar sambil terisak.
Inilah kesalahanku yg takkan kuulangi kembali.
Aku berjanji. Karena KAU tak hanya menyakiti hatiku. Tapi juga telah merobek hati ibu dan keluargaku.
Itulah ibuku.
Selalu memaafkan.
Ibuku.
Walaupun engkau telah renta. tak mengerti kecanggihan teknologi. Tak mengerti internet, faximilie, sms, dan lain sebagainya. Tapi engkau tak pernah berhenti untuk menelpon memberi semangat dan nasihat padaku.
Aku sayang padamu.
Dedicated:
for my mom di pekanbaru.
(rindu sudah 3 bulan tak bertemu)
Dia dan Kau: mr (menyesal tlah mengenalmu!)
Dikala senja telah tenggelam berganti malam.
Terjadi percakapan jarak jauh antara aku dan ibu.
Seperti biasanya, kami selalu membicarakan semua hal yg kami alami seharian itu.
Tapi entah mengapa, ibu tiba2 menanyakan perihal hubunganku dengannya. Aku terkejut. Aku terdiam. Aku hanya bisa menjawab dgn kebisuan.
Ibu mulai menangis. Bertanya apa yg sebenarnya terjadi.
Aku pun mulai menceritakan semuanya pada ibu. Apa yg sebenarnya terjadi antara aku dan dia. Bagaimana perlakuannya padaku dibelakang ibuku. Dia yg selalu aku bangga2kan didepan ibu dan seluruh keluargaku. Dia yg kuyakinkan pada ibu sebagai cinta terakhir. Dia yg sudah mengetahui tentang aku dan keluargaku. Dia yg jg sudah mengenalkanku pada ibu dan keluarganya. Dia yg sudah rela2 datang menempuh jarak bermil.mil untuk datang menemuiku. Dia yg sudah memenuhi semua pinta dan keinginanku. Dia yg sudah memberikan janji.janji manis padaku. Dia yg sudah memberikan angin2 surga dikehidupanku. Kini telah MENINGGALKAN aku.
Baru aku tau. Ternyata selama ini aku hanya dijadikan TAMENG baginya didepan ibunya agar ia bisa senantiasa berhubungan kembali dgn masa lalunya.
Ya.. Masa lalu..
Itulah penyebabnya.
Masa lalu ku.
Dan masa lalunya.
Mungkin inilah akibat dari keegoisan orang tua yg terlalu banyak menuntut ingin yg terbaik untuk anaknya.
Tapi dalam perkara ini. Aku lah yg menjadi korbannya. Korban keegoisan dan pengkhianatan.
Tapi sudahlah. Biarkanlah rasa sakit ini tetap kusimpan. Biar menjadi sebuah kenangan dari berjuta.juta kenangan yg suatu hari dapat kuceritakan pada anak cucuku agar dapat diambil pelajaran dari pengalaman.
Aku masih bercerita sambil berlinang.
Ibu setia mendengar sambil terisak.
Inilah kesalahanku yg takkan kuulangi kembali.
Aku berjanji. Karena KAU tak hanya menyakiti hatiku. Tapi juga telah merobek hati ibu dan keluargaku.
Itulah ibuku.
Selalu memaafkan.
Ibuku.
Walaupun engkau telah renta. tak mengerti kecanggihan teknologi. Tak mengerti internet, faximilie, sms, dan lain sebagainya. Tapi engkau tak pernah berhenti untuk menelpon memberi semangat dan nasihat padaku.
Aku sayang padamu.
Dedicated:
for my mom di pekanbaru.
(rindu sudah 3 bulan tak bertemu)
Dia dan Kau: mr (menyesal tlah mengenalmu!)
Langganan:
Postingan (Atom)
